Safety Talk : Dampak Negatif Penggunaan Headset
Penggunaan headset
pada dasarnya tidak boleh terlalu lama, sama seperti menonton televisi dan juga
menatap layar komputer yang ada batasnya. Untuk menggunakan headset, usahakan
jangan menggunakan headset selama 4 jam berturut-turut karena berbahaya. terlalu
sering menggunakan headset dengan volume
keras ada efek samping yang buruk, termasuk gangguan pendengaran seperti
tinnitus, telinga berdenging, hingga ketulian, infeksi telinga bahkan gangguan
otak dan ketulian!. Menurut para peneliti, earphone atau headphone pada alat
atau player musik bisa memiliki tingkat kebisingan yang hampir sama dengan
kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin jet – beberapa pemutar musik yang umum
kita kenal bisa menghasilkan suara keras sebesar 110 dB, yang mirip dengan
intensitas suara mesin jet dan lebih keras daripada bor pneumatik. jadi bukan
hal yang mustahil akan merusak telinga jika dilakukan secara terus-menerus.
Gangguan dan komplikasi pendengaran
Gangguan
dan komplikasi pendengaran Bila Anda menggunakan headphone atau earphone, maka
audio secara langsung masuk ke dalam telinga Anda. Volume suara yang getarannya
melebihi 90 desibel dapat menyebabkan komplikasi pendegaran dan bahkan tuli
permanen. Semua orang yang memakai earphone atau headphone berisiko mengalami
gangguan pendengaran hingga komplikasi pendengaran lebih tinggi. Dan Jika ada
yang mendengarkannya lebih dari 100 dB bahkan hanya 15 menit, maka bisa membuat
gangguan pada pendengaran. Jadi jika Anda terpakasa harus menggunakan headphone
atau headset, berikan waktu istirahat bagi telinga Anda, serta tidak
mendengarkannya dalam volume yang tinggi.
infeksi Telinga
Apakah
headphone
hanya anda sendiri yang memakainya? Apakahbergantian dengan orang lain?
Biasanya kita semua pernah sesekali bergantian headphone dengan teman atau
keluarga. Penggunaan yang seperti ini dapat dengan mudah menyebabkan infeksi
telinga, karena bakteri dari telinga orang lain dapat dengan mudah berpindah ke
Anda melalui headphone. Untuk mendapatkan suara audio terbaik, maka kita perlu
memasukkan earphone langsung ke dalam lubang telinga yang mengakibatkan tidak
adanya saluran udara. Memang musik terdengar lebih hebat tanpa saluran udara,
namun Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi telinga. Dalam banyak kasus,
orang yang menggunakan headphone memiliki kotoran telinga lebih banyak, yang
menyebabkan tinnitus, infeksi telinga, dan bahkan masalah pendengaran yang
lebih serius.
Telinga seperti mati rasa
Studi
terbaru menunjukkan bahwa orang yang
menggunakan waktunya lebih banyak untuk mendengarkan musik keras melalui
headphone merasakan telinganya mati rasa. Kemampuan pendengaran mereka mati
rasa sementara, dan kemudian normal kembali. Mati rasa pada pendengaran bisa
membahayakan dan menyebabkan ketulian. Sel-sel saraf yang membawa sinyal
listrik dari telinga ke otak memiliki lapisan yang disebut dengan selubung
myelin, yang membantu sinyal listrik untuk bisa melalui sel. Paparan suara
keras(lebih dari 110 desibel) bisa menghilangkan lapisan sel ini, dan
mengganggu sinyal listrik. Akibatnya, saraf tidak lagi efisien bisa mengirimkan
informasi dari telinga ke otak.Namun jika seseorang berhenti mendengarkan
musik keras menggunakan headphone, maka
sel-sel ini akan berfungsi lagi seperti biasa. Artinya kehilangan pendengaran
ini bisa bersifat sementara, dan berfugsi penuh kembali kata para peneliti.
Namun bagaimana jika kita jarang mengistirahatkan telinga kita dari suara keras
melalui headphone?
Nyeri Telinga bagian dalam
Orang yang menggunakan earphone atau headphone umumnya mengeluh merasakan rasa nyeri didalam telinga. Seperti ada beberapa suara aneh yang berdengung di dalam telinga atau nyeri di titik telinga tertentu.
Efek buruk pada Otak
Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh earphone dan headphone dapat menyebabkan bahaya serius bagi otak. Namun bukti medis yang kuat masih belum ditemukan. Tetapi orang-orang yang menggunakan headphone Bluetooth dalam kesehariannya, telah ditemukan lebih rentan terhadap masalah yang terkait otak. Telinga bagian dalam terkait secara langsung dengan otak, bahkan infeksi kecil saja di telinga bagian dalam bisa secara langsung mempengaruhi otak dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Pendegaran berkurang diusia muda
Pendegaran berkurang diusia muda
Orang secara umum normal jika mengalami pendegaran diusia tua, tapi jikalau
masih muda?. Terlampau sering menggunakan headphone untuk memutar musik keras
bisa mengurangi kepekaan telinga. JIka sering memaparkan suara musik keras
secara langsung kedalam telinga melalui headphone yang melebihi 90dB, maka Anda
beresiko besar mengalami penurunan pendegaran diusia muda!
ACUH
DENGAN LINGKUNGAN
Menggunakan
headset bisa
membuat kita hanya fokus pada suara yang berasal dari
headset
saja. Dengan begitu, kita jadi tidak awas dan cenderung abai dengan
dunia sekitar. Ngerinya lagi, kecelakaan tentu juga bisa terjadi bila kita
terlalu acuh pada lingkungan!
Tips aman menggunakan headphone
Mengetahui semua
efek buruk dan bahaya menggunakan headphone bagi kesehatan bisa membuat kita
lebih berhati-hati lagi untuk mengaplikasikan apapun dalam kehidupan
sehari-hari. Nah, selanjutnya baca juga beberapa tips sederhana untuk
melindungi telingga dari penggunaan perangkat ini :
- Hindari menggunakan headphone yang dimasukkan secara langsung ke saluran telinga kecil.
- Lebih baik menggunakan headphone besar model lama, yang posisinya berada diluar daun telinga.
- Hindari bergantian headphone dengan orang lain.
- Pastikan Anda mengganti penutup spon / karet headphone Anda sebulan sekali. Namun Jika headphone tidak memiliki bungkus spon, pastikan Anda rutin membersihkannya.
- Jangan gunakan headphone ketika Anda mengendarai mobil, motor, naik kereta, atau bahkan berjalan – untuk menghindari kecelakaan.
- Jangan mendengarkan genre musik keras menggunakan headphone.
- Jangan mendengarkan suara musik melebihi 90 desibel, apalagi hal itu menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar